BDGNEWS.CO.ID – Bandung, Jatayu Shooting Club Bandung sukses menggelar Kejuaraan Tembak Reaksi AAIPS Level II Tingkat Nasional dan Tembak Presisi 25 Meter dalam rangka Dan Lanud Cup dan Jatayu Anniversary ke 18 yang dibuka sabtu (29/11/2025) sekaligus 18 Tahun Anniversary Jatayu Shooting Club.
Kegiatan berlangsung 2 hari sabtu dan hari minggu di Lapangan Tembak Lanud Husein Sastranegara, Bandung, dan mencatat sejarah sebagai gelaran lomba tembak airsoftgun pertama yang diselenggarakan di Lanud Husein.
Acara berlangsung meriah dengan lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Yogyakarta. Dengan status Level II, kompetisi ini masuk kategori kejuaraan nasional.

Dihadiri Pejabat dan Unsur Forkopimda
Pembukaan acara dihadiri berbagai tokoh penting, antara lain wali kota Bandung , Kapolrestabes, Kasgartap ll, serta perwakilan dari forkopimda, ketua Jatayu Shooting Club Kolonel Tek ( P ) Ginda Ifarianto dan instansi pemerintahan daerah.
Kehadiran pejabat tersebut menambah prestise ajang yang diharapkan mampu menjadi ikon baru kompetisi menembak di Bandung.
Dua Jenis Kompetisi Utama
Ketua Panitia, Budiarto Irawan, menjelaskan bahwa event ini menggelar dua jenis pertandingan:
1. Tembak Presisi senpi pada jarak 20 meter dan 25 meter
2. Tembak Airsoftgun, terdiri dari kategori sertifikasi dan non-sertifikasi

Kategori Sertifikasi
Kelas yang dipertandingkan meliputi:
* Standar Overall
* Standar Ladies
* Standar Junior
* Standar Super Junior
* Production Overall
* Open
* Open Senior
* Under 10
* Physical Roll
Kategori Non-Sertifikasi
Meliputi:
* Standar Proses
* Standar ladys
* Standar Super Junior
* Standar Under 10
Tahun ini, peserta termuda tercatat berusia 8 tahun, sedangkan peserta tertua mencapai 60 tahun, menunjukkan bahwa olahraga menembak dapat diikuti berbagai kalangan usia.
Manfaat Olahraga Menembak
Menurut Budiarto Irawan, yang juga menjabat sebagai Kabid Tembak AAIPSC Perbakin kota bandung, olahraga menembak memiliki banyak manfaat positif, terutama untuk generasi muda.
“Menembak melatih kedisiplinan, kecepatan, dan ketangkasan. Anak-anak yang mengenal aturan senjata akan lebih berhati-hati, tidak arogan, dan memahami pentingnya keamanan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menembak kini menjadi cabang olahraga berpotensi prestasi tinggi karena telah masuk dalam PORDA, PON, hingga kejuaraan nasional dan internasional.
Arah Pembinaan dan Pengembangan Klub
Peserta yang ingin mendalami olahraga menembak dapat bergabung dengan klub resmi di bawah Perbakin, salah satunya Jatayu Shooting Club.
Pada kejuaraan ini, tercatat sekitar 220 peserta untuk kategori aaipsc dan sekitar 50 peserta untuk kategori senjata api, menandakan antusiasme yang terus meningkat.
Bandung Menuju Pusat Kegiatan Menembak Nasional
Melalui penyelenggaraan event besar ini, Jatayu Shooting Club berharap Bandung dapat berkembang menjadi pusat kegiatan olahraga menembak yang lebih besar dan progresif di masa mendatang.

Untuk tembak presisi 25 m jumlah peserta 60 peserta
Juara
Sipil putra
1. Agus sp ( 94.3)
2. Asep Mulyadi (93.1) BMA
3. Kasto ( 90.1)
Sipil putri
1. Rumaisha ( 89.2) BMA
2. Umbi siekarsono ( 87)
3. Ratu Winda (85.1) BMA
TNI / polri
1. Setiawan ( 96.3) satbravo
2. Eka Yudha ( 95.3) mabes TNI
3. Saragi ( 95.2) satbravo
TNI polri putri
1. Laila 96.3 seskoau
2. Yanti Suartini 96.1
3. Nurul (94) korspagat ***
