BDGNEWS.CO.ID – Acara Youth Voice Festival 2023 yang digelar Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) di kawasan Trans Bandung, Kamis 21 Desember 2023.
Berpolitik di kalangan generasi muda, khususnya di kalangan kaum perempuan masih membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan.
Dan, lembaga yang seharusnya paling depan memberikan kesempatan adalah di sekolah-sekolah menengah atas.
“Kami masih mendapati dan mendengar banyak di kalangan anak SMA, terutama anak-anak perempuan yang seperti merasa depresi. Apalagi ketika berbicara demokrasi dan politik. Padahal ini kan hak yang jelas-jelas sudah di atur dalam konstitusi,” kata Nina Fitriani, politisi dari PDIP menjawab pertanyaan awak media.
Menurut Nina, guru BK selaku tenaga professional yang sudah mendapat pendidikan khusus bimbingan dan konseling, punya peran penting.
Terutama, dalam memberikan edukasi kepada para siswa yang sudah memiliki hak suara.
“Oleh sebab itu, kami dari politisi muda akan terus memperjuangkan hak-hak para perempuan muda. Merekalah yang nantinya akan meneruskan perjalanan politik bangsa ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Indri Hafsari, Aktivis Perempuan Jawa Barat bahwa kaum muda harus mendapatkan kedudukan yang sama dalam proses berdemokrasi dan berpolitik.
“Melalui kaum muda perempuan, kami harapkan mereka benar-benar melek politik dan menolak segala tindakan yang berbau money politik,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Youth Voice Festival 2023 yang diinisiasi FPMI ini akan menjadi panggung bagi pemimpin partai politik, Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres (TKN Capres-cawapres), penyelenggara pemilu, dan beragam organisasi kepemudaan lainnya.

Mengusung semangat untuk menyuarakan aspirasi generasi muda, Youth Voice Festival menyajikan talk show dan deklarasi komitmen bersama.
Komitmen tersebut tidak lain adalah dukungan penuh untuk Pemilu 2024 yang bersih dari money politic, kampanye berita palsu, black campaign, serta politik identitas.
Muhammad Ziad Ananta, Sekretaris FPMI, menegaskan pentingnya acara ini untuk memberikan edukasi politik kepada kaum muda.
Ditambahkan Ananta, penyelemggaraan Youth Voice Festival 2023 bertujuan meminta komitmen dari tim tiga kandidat capres-cawapres terkait isu-isu sensitif seperti money politic, politik identitas, polarisasi politik, hoaks, hate speech, dan lainnya.
Sementara itu Ketua FPMI, Yoel Y, menyatakan komitmen FPMI untuk berperan aktif dalam mewujudkan Pemilu yang bersih, sehat, dan berintegritas.
“Kami terbentuk dari gabungan partai politik yang diperkuat oleh anak-anak muda dengan idealisme tinggi. Memiliki keinginan dan harapan besar terhadap perbaikan Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya sebatas acara semata, FPMI juga mengusung tiga poin advokasi politik yang mencakup peningkatan keterlibatan kaum muda dalam kontestasi politik.
Kemudian, pembatasan masa jabatan anggota legislatif, dan pentingnya peran negara dalam memberikan pendidikan politik massif kepada generasi muda.
Inilah langkah-langkah konkret yang diusung FPMI untuk memberikan warna baru pada panggung politik Indonesia. (HNY/ADH)
