BDGNEWS.CO.ID – Dunia pengobatan tradisional Indonesia kembali mencuri perhatian. Salah satu metode terapi berbasis kearifan lokal Sunda, “Gusmus Raksa Jasad” (GM Terapi), kini semakin dikenal luas. Setelah mendapat pengakuan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia dari Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Master Adin, pionir “Metik Langit Corporation”. Sebuah perkumpulan terapis di bawah naungan GM Terapi Pusat Sumedang, dalam sebuah perbincangan bertema kesehatan dan pengobatan alternatif. Acara yang dipandu Tedi ini berlangsung hangat, edukatif, dan mendapat sambutan antusias masyarakat.
Antusiasme warga terlihat jelas saat berlangsung kegiatan Bakti Terapi di kawasan Taman Cibaduyut Indah, Bandung, Minggu (18/1/26). Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk merasakan langsung metode terapi berbasis budaya Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Berakar dari Keilmuan Leluhur
Master Adin menjelaskan, Gusmus Raksa Jasad merupakan metode terapi yang berasal dari keilmuan leluhur Nusantara. Nama “Gusmus” sendiri diambil dari sosok Abuya Agus Muslim, guru besar yang merumuskan dan mengembangkan metode ini secara sistematis sejak 1997.
Keilmuan Gusmus Raksa Jasad berakar dari kitab-kitab kuno, antara lain kitab “Nabawaatala” dan “Hayatul Fatah”. Ilmu pengobatan ini lalu diwariskan melalui para leluhur, di antaranya Eyang Seda Berata, Malik Ibrahim, Pangeran Kornel, Buyut Eleng Ki Mahadaro, hingga akhirnya sampai kepada Abuya Agus Muslim.
Seiring perkembangan zaman, metode ini tidak hanya dijaga secara tradisional, tetapi juga dilengkapi dengan legalitas formal. Saat ini, GM Terapi telah diakui secara hukum di Indonesia. Menjadikannya salah satu lembaga terapi tradisional yang terstruktur dan bertanggung jawab.
Diakui sebagai WBTb Nasional
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional, menegaskan bahwa Gusmus Raksa Jasad bukan sekadar pengobatan alternatif. Melainkan praktik empiris berbasis budaya yang telah terbukti dan berjalan hingga lintas generasi.
Pencatatan itupun semakin memperkuat posisinya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dilestarikan.
Tiga Pilar Utama Terapi
Dalam praktiknya, GM Terapi mengajarkan tiga pilar utama keilmuan, yaitu:
1. Ilmu Ketunggalan, yang menekankan ketauhidan kepada Allah SWT.
2. Nata Diri dan Nata Raga, pembentukan karakter serta kesehatan mental terapis sebelum menangani pasien.
3. Raksa Jasad, yang berfokus pada pemeliharaan dan perbaikan kondisi fisik tubuh.
Metode terapi yang diterapkan pun beragam, mulai dari akupoint anatomi (akupresur/totok), kupra atau bekam dengan SOP khusus. Kemudian tusuk jarum (akupunktur) sesuai jenjang kompetensi, hipnoterapi, hingga terapi herbal berbasis kabuyutan.
Solusi bagi Pasien Takut Jarum
GM Terapi juga memberikan solusi bagi pasien yang tidak nyaman dengan jarum atau darah. Melalui pendekatan hipnoterapi, rasa takut dapat diminimalkan.
Jika tetap tidak memungkinkan, pasien diarahkan pada terapi herbal. Berfungsi sebagai proses “cleansing” dari dalam tubuh.
Herbal dengan Standar Ketat
Produk herbal GM Terapi merupakan racikan dari bahan pilihan. Dengan memperhatikan usia tanam, masa panen, serta metode pengolahan seperti fermentasi dan kristalisasi.
Seluruh produk pun telah memenuhi standar legalitas, termasuk terdaftar di BPOM. Lalu hanya dapat diperoleh melalui terapis berlisensi agar penggunaannya tepat sasaran.
Herbal tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari serbuk, kapsul, teh, hingga madu. Sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasien.
Orientasi Pemberdayaan
Berbeda dengan asosiasi terapi pada umumnya, GM Terapi tidak hanya berfokus pada pengembangan keilmuan. Tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial anggotanya.
Ada penerapan sistem jenjang secara jelas dalam keanggotaannya. Mulai dari magang hingga master, disertai pendampingan lapangan serta peluang membuka praktik mandiri.
GM Terapi berdiri di atas tiga pilar organisasi, yakni koordinasi rutin, kepatuhan terhadap sistem, serta komitmen pribadi dan kolektif.
Sistem royalti berbasis keilmuan juga diterapkan. Sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi dan penyebaran ilmu secara bertanggung jawab.
Gusmus Raksa Jasad hadir sebagai salah satu wajah pengobatan tradisional Indonesia yang terus berkembang dan relevan di era kini. Melalui pendekatan yang memadukan kearifan lokal, legalitas modern, dan pemberdayaan sumber daya manusia.***
