BDGNEWS.CO.ID – Ketarunaan menjadi bagian dari program pendidikan karakter yang dirancang untuk membentuk siswa tangguh, mandiri, disiplin. Serta memiliki mental kuat dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
SMA Negeri 14 Bandung gelar Pelantikan Ketarunaan Angkatan IV di lapangan SMAN 14, Jalan Yudhawastu Pramuka IV, Kota Bandung, Kamis (29/10/2026). Pelantikan dipimpin Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P.. Diikuti sebanyak 470 taruna dan taruni.
Kepala SMAN 14 Bandung, Agus Gustiawan, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan, program ketarunaan merupakan pendidikan berkelanjutan yang menjadi unggulan sekolah. Program tersebut dimulai sejak peserta didik baru diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Selama satu bulan, anak-anak tidak langsung diarahkan pada kegiatan belajar di kelas. Yang lebih dahulu kami gembleng adalah karakternya agar mereka menjadi siswa yang kuat, disiplin, tangguh, dan mandiri,” ujarnya.

Tidak hanya Sekadar Baris-Berbaris
Agus menegaskan, pendidikan ketarunaan di SMAN 14 Bandung tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris. Program ini juga menanamkan kebiasaan positif, etika, tanggung jawab, kemandirian, serta kedisiplinan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Materi pendidikan disusun secara sistematis. Mulai dari kebiasaan siswa saat berangkat dari rumah, tata tertib selama berada di sekolah, cara berinteraksi dengan guru dan kakak kelas. Hingga penerapan aturan ketika beristirahat dan makan bersama.
Bahkan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi bagian dari pembelajaran karakter. Terutama dalam membiasakan tata cara makan yang baik, tertib, dan menghargai kebersamaan.
Menurutnya, pembiasaan tersebut bertujuan agar nilai-nilai positif tidak berhenti sebagai pengetahuan. Namun benar-benar menjadi bagian dari perilaku siswa.
“Karakter yang kami tanamkan diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Baik bagi keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ungkapnya.
Dampak program ini, lanjut Agus, mulai terlihat dalam kegiatan belajar mengajar. Sejumlah guru, termasuk guru yang baru bergabung di SMAN 14 Bandung, memberikan tanggapan positif terhadap adab, sopan santun, dan kedisiplinan siswa.
Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Lingkungan
Selanjutnya Agus menyampaikan, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat hanya mengandalkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Dukungan orang tua serta lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam menjalankan program ketarunaan.
Karena itu, SMAN 14 Bandung terus membangun kolaborasi dengan masyarakat di sekitar sekolah. Ia menyebut lingkungan sekitar sekolah yang banyak memiliki latar belakang militer turut mendukung pelaksanaan program ketarunaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan kesinambungan pendidikan karakter antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
SOP Ketarunaan
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 14 Bandung, Irfan Muhafidin, menambahkan, pelaksanaan pendidikan ketarunaan tidak dilakukan melalui sistem karantina. Siswa tetap mengikuti kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi ketarunaan.
Selama satu bulan, peserta didik diperkenalkan dengan standar operasional prosedur (SOP) ketarunaan. Termasuk tata cara berinteraksi dengan kakak kelas, menghormati guru, menaati aturan sekolah, serta membangun sikap mandiri.
“Pembelajaran tidak hanya di lapangan. Tetapi juga dapat berlangsung di dalam kelas sesuai dengan kebutuhan materi,” ujar Irfan.
Guna memperluas wawasan siswa mengenai kedisiplinan dan lingkungan sosial, sekolah turut menghadirkan unsur eksternal. Di antaranya Bhabinkamtibmas, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta unsur terkait lainnya.

Meski melibatkan berbagai pihak sebagai narasumber, Irfan menegaskan, instruktur yang menjalankan pendidikan ketarunaan berasal dari guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMAN 14 Bandung.
“Intinya adalah pengenalan SOP ketarunaan. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai bagaimana bersikap, menghormati guru, menjalankan aturan, dan membangun kemandirian. Instrukturnya tetap dari GTK SMAN 14 Bandung,” terangnya.
Melalui pendekatan ini, harapannya siswa mampu memahami alasan di balik setiap aturan, menyadari kesalahan ketika melakukan pelanggaran. Serta memiliki komitmen untuk tidak mengulanginya.
Jadi Sekolah Percontohan
Lebih lanjut Agus mengungkapkan, pendidikan tidak cukup hanya mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan. Pembentukan karakter harus berjalan beriringan agar peserta didik mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara bertanggung jawab.
“Harapan kami, SMAN 14 Bandung bisa menciptakan generasi penerus yang tangguh, berkarakter, kuat mentalnya, dan siap terjun ke masyarakat. Ke depan, kami juga berharap SMAN 14 Bandung semakin maju dan dapat menjadi sekolah percontohan, khususnya di Jawa Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sekolah lain memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengembangkan program serupa melalui kolaborasi dengan SMAN 14 Bandung. Sesuai arahan dari Kadisdik Jabar.
“Pada tahun sebelumnya terdapat dua sekolah yang telah meminta untuk mempelajari program ketarunaan yang diterapkan di SMAN 14 Bandung. Saya berharap kerja sama semacam itu dapat terus diperluas agar pendidikan karakter dan kedisiplinan semakin berkembang di lingkungan sekolah negeri. Hal ini pun sesuai arahan Pak Kadis,” sebutnya.
Pelantikan Ketarunaan Angkatan IV pun menjadi salah satu momentum untuk menegaskan komitmen SMAN 14 Bandung. Dalam membangun budaya sekolah yang mengutamakan adab, disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan.
Antusiasme Taruna dan Taruni
Momen pelantikan inipun sangat dinanti oleh para taruna dan taruni, serta para orang tua. Hal itu tampak dari antusiasme mereka dalam mengikuti upacara pelantikan dengan penuh semangat, bangga, dan haru.
Seperti yang dikatakan Komandan Kompi (Danki) Angkatan IV, Ida Bagus Krisna Andiara Kusuma. Ia merasa bangga dan haru mengikuti pelantikan taruna.
“Saya jujur merasa haru dan bangga karena ini adalah versi terbaik dari diri saya di masa remaja. Juga melatih karakter saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih disiplin. Harapannya, untuk saya dan rekan-rekan, kita bisa menggapai mimpi kita dimulai dari karakter yang baik,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Taruna dari Kelas 10 E, Rasendria Argana.
“Hari ini saya merasakan kesenangan, kelelahan, tapi kelelahan itu digantikan oleh kesenangan. Sekarang saya bersama teman-teman sudah dilatih dan sudah menjadi seorang taruna. Semoga taruna-taruni SMA Negeri 14 Bandung selanjutnya selalu bisa lebih sukses dan kompak,” ungkapnya.
Sementara itu perwakilan taruni yang juga Wadanki Angkatan IV, Shafa Aulia mengatakan, kegiatan ini sangat bagus untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan kedisiplinan daripada para siswa.
“Terbukti dari tadi acara pelantikan, banyak sekali taruna-taruni yang sudah terlatih dan mereka sudah menumbuhkan jiwa keberanian dan kedisiplinannya selama kegiatan ketarunaan. Ke depannya, semoga kegiatan ini tetap berjalan terus,” tegasnya. (IG/HNY)
